tips supaya bisa menggambar

Seni observasional mudah didefinisikan sebagai menggambar atau melukis dari kehidupan. Contohnya akan mencakup membuat sketsa semangkuk buah (still life), menggambar dari model (figuratif), atau menggambar adegan jalanan (lanskap). Objek yang akan ditarik dalam gambar observasional tidak diambil dari foto atau imajinasi seniman tetapi dari pengamatan kehidupan nyata alam. Secara tradisional materi pelajaran diberikan seakurat mungkin. Ini melibatkan pembuatan pengamatan yang kritis dan serius terhadap hal-hal di alam seperti pohon, binatang, gunung dan bukit dan menggambarkannya di atas kertas.

Biasanya pekerjaan yang paling observasional adalah pensil, arang atau media gambar lainnya. Kesalahan dasar yang dibuat banyak siswa saat terlibat dalam menggambar observasional adalah bahwa mereka berusaha menggambar hal-hal yang menurut mereka seharusnya mereka lihat, daripada apa yang sebenarnya mereka lihat dalam kenyataan. Melihat sumber informasi adalah satu-satunya cara di mana seorang seniman dapat memberikan penampakan objek yang benar di alam pada permukaan kertas. Mata sang seniman harus terus menari dari selembar kertas ke objek secara konstan.

tips supaya bisa menggambar

Sang seniman harus memeriksa dengan seksama masing-masing bagian dari objek di alam yang ia maksudkan menggambar. Misalnya, jika dia menggambar pohon, dia harus mengamati secara dekat susunan dan arah dari pola garis lurus dari cabang, daun, akar, dll.

Selain itu, ia harus mengamati dengan serius tekstur pada permukaan pohon, belalainya, bentuk dan warna buahnya, dll. Jika pengamatan kritis terhadap benda-benda di alam ini dibuat oleh seniman sebelum ia terlibat dalam gambar-gambar itu. , dia akan bisa menggambarnya seakurat mungkin. Namun, seniman amatir atau siswa harus ingat bahwa dibutuhkan puluhan tahun latihan untuk menyempurnakan kemampuan ini dan umumnya semua seniman akan terus berlatih dan mengembangkan keterampilan menggambar dari alam ini.

Indra persepsi sangat relevan ketika kita menggambar dari pengamatan. Indera-indera ini meliputi indra penglihatan (mata), indera penciuman (hidung), indera pendengaran (telinga), indera peraba (kulit), indra perasa (mulut) dan rasa gerak (otot). Seniman harus mengkoordinasikan enam indera sehingga dia dapat secara kritis mengamati dan menempatkan adegan yang diamati di atas kertas. Biasanya, untuk menggambar menjadi mudah bagi seniman, dia harus mulai dengan menggambar objek yang akrab dan tunggal. Kemudian dia secara bertahap beralih ke gambar aspek-aspek yang kompleks dan asing dari adegan dan objek.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *