Perjalanan Anda ke Indonesia tidak akan lengkap tanpa makanan tradisionalnya. Di bawah ini adalah beberapa makanan yang seharusnya tidak Anda lewatkan ketika Anda datang ke negara itu.

Indonesia terdiri dari banyak pulau dan banyak provinsi. Ada lima pulau besar dan lebih dari tiga puluh provinsi, dan setiap provinsi memiliki makanan tradisionalnya yang unik.

Jakarta, ibu kota negara, atau sebagai orang aslinya disebut sebagai Betawi, memiliki Kerak Telor sebagai makanan tradisionalnya. Makanan ini tidak mudah ditemukan saat ini karena orang Jakarta suka berdatangan ke restoran cepat saji dan makanan modern lainnya yang tersebar di seluruh kota. Kerak Telor akan mudah ditemukan pada bulan Juni dan Juli ketika Jakarta merayakan annyversary-nya. Perayaan biasanya berlangsung di Kemayoran, dan akan ada banyak orang yang menjual Kerak Telor di sana. Jadi, jika Anda ingin mencoba makanan tradisional Betawi ini, saya akan menyarankan Anda untuk datang ke Kemayoran pada bulan Juni atau Juli.

Makanan lain dari Betawi adalah Roti Buaya, terbuat dari roti dalam bentuk buaya. Roti Buaya ini biasanya disajikan di upacara pernikahan tradisional Betawi. Selain Kerak Telor dan Roti Buaya, ada juga Ketoprak, dan Soto Betawi.

Bogor adalah kota kecil dekat Jakarta. Makanan tradisionalnya yang unik adalah Asinan Bogor. Sebaliknya dengan Kerak Telor, Anda hampir dapat menemukan makanan ini kapan saja Anda mau. Datang saja ke kota ini, tanyakan kepada orang-orang dimanapun mereka berada, mereka akan memandu Anda ke tempat manapun yang menjual Asinan Bogor.

Empek-empek adalah makanan tradisional Indonesia lainnya dari Palembang. Provinsi ini terletak di Pulau Sumatera. Makanan ini sangat populer sehingga Anda tidak perlu pergi ke pulau itu untuk mencoba yang satu ini. Ada banyak orang Palembang di Jakarta atau di kota lain yang menjual makanan ini.

Bandung, ibu kota Jawa Barat, memiliki banyak makanan tradisional yang unik. Lalapan adalah salah satunya. Lalapan adalah sayuran segar disertai dengan sambal atau Anda juga bisa mengatakan saus pedas. Banyak yang percaya bahwa orang Bandung, biasanya disebut Sunda, akan berjuang hidup di taman vegetarial karena lalapan ini.

Makanan tradisional Bandung lainnya adalah nasi timbel, comro, batagor, peuyeum, dll. Nasi timbel adalah nasi yang dibungkus dengan daun pisang, biasanya disajikan dengan ayam goreng, lalapan, dan sambal atau saus pedas. Peuyeum, yang lembut dan rasanya manis, terbuat dari sagu yang difermentasi. Batagor, juga disebut baso tahu goreng, adalah bakso goreng dan tahu dengan sosis kacang.

Gudeg adalah makanan tradisional lain yang berasal dari Yogyakarta. Gudeg terbuat dari nangka muda yang dimasak dengan cara tradisional Jawa. Seperti makanan Jawa lainnya, gudeg lebih manis daripada asin. Bahan lain yang menyertai nangka muda adalah telur, tahu, dan tempe. Orang biasanya makan gudeg bersama dengan nasi hangat dan krecek pedas. Jika Anda memiliki kesempatan untuk datang ke Yogyakarta, jangan lewatkan untuk mencoba makanan ini karena Yogyakarta juga dikenal sebagai Kota Gudeg, yang berarti Kota Gudeg.

Nasi Rawon adalah makanan tradisional dari Jawa Timur. Nasi Rawon adalah nasi yang disajikan dengan sup daging sapi gelap. Warna gelap sup berasal dari biji kacang kluwek. Daging rendang atau pedas berasal dari Padang, Sumatera Barat. Padang terkenal dengan makanan pedasnya, dan banyak makanannya menggunakan santan sebagai bahan.

Makanan tradisional Indonesia lainnya adalah otak-otak. Makanan ini terbuat dari ikan kukus yang dibungkus dengan daun pisang. Kamu bisa menemukan rasa hebat dari otak-otak di Kota Serang. Selain otak-otak, Kota Serang juga terkenal dengan Ikan Bandeng. Pastikan untuk memilikinya ketika mengunjungi Kota Serang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *